Setelah Stock Split, Harga Saham BBNI Jadi Segini

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten perbankan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) resmi melakukan pemecahan saham atau stock split pada Jumat (6/10/2023), sehingga harga terbaru saham BBNI pasca stock split resmi berlaku mulai hari ini.

Adapun harga terbaru pasca stock split yakni di Rp 5.200/unit, dengan harga teoritis BBNI di posisi Rp 5.187,5, atau disesuaikan dengan fraksi harga keatas.

Namun setelah dilakukan stock split, pergerakan saham BBNI cenderung terkoreksi. Sempat menguat 0,48% ke Rp 5.225/unit di pembukaan perdagangan Jumat hari ini, namun selang beberapa menit setelah dibuka, saham BBNI terkoreksi ke Rp 5.175/unit.

Pada awal perdagangan sesi I hari ini, saham BBNI sudah ditransaksikan sebanyak 1.815 kali dengan volume sebesar 9,88 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 51,32 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 193,01 triliun.

BBNI melakukan stock split dengan rasio 1:2. Berdasarkan jadwal pelaksanaanstock splityang telah dirilis perseroan, pada 6 Oktober ini menjadi awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah menerbitkan pengumuman pada 5 Oktober kemarin terkait harga teoretis saham BBNI.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan, aksi korporasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat investor ritel untuk berinvestasi pada saham perseroan berkode BBNI, sekaligus memberikan dorongan positif pada perkembangan pasar modal di Tanah Air.

Stock split ini latar belakangnya, bahwa kami ingin terus partisipasi mendorong pasar modal tanah air lebih attractive, lebih liquid, jadi melalui aksi korporasi stock split ini perseroan dapat memberikan kesempatan lebih luas lagi ke investor ritel untuk invest di saham BNI,” ujar Royke saat konferensi pers RUPS-LB BNI tahun 2023 yang diadakan secara virtual, Selasa (19/9/2023).

Baca Juga  Ledakan di Pabrik Rusia, 52 Orang Dilaporkan Terluka

Ia berharap dengan rasio tersebut, basis investor dapat lebih diperluas seiring dengan harga saham BBNI yang lebih terjangkau bagi investor perorangan. Sehingga kemudian ini dapat berdampak positif bagi perdagangan di BEI.

“Langkah ini diharapkan berdampak positif pada aktivitas perdagangan di Bursa Efek, sehingga mendorong likuiditas saham perseroan,” pungkas Royke.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bos BNI Blak-blakan Soal Peran di Proyek Kebanggan Jokowi

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *